WORLD PRESS FREDOOM DAY

Indonesia adalah negara demokrasi, kebebasan berpendapat dan berekspresi sudah menjadi amanah dari Konstitusi, ini termaktub dalam pasal 28 UUD 1945. Kebebasan berpendapat yang sejatinya merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi pada realitanya masih jauh dari kata merdeka. Kemerdekaan pers yang tadinya adalah wujud kedaulatan rakyat dan media pers bebas menyiarkan berita dan informasi yang sesuai dengan fakta lapangan.

Ilustrasi pembungkaman terhadap pers dan jurnalis terhadap isu-isu tertentu (sumber: Blitz)

Akan tetapi, pada fakta di dilapangan, media pers tidak bisa bebas dalam penghimpunan informasi, penulisan berita, menyampaikan berita di lapangan, hingga menyiarkannya. Hal itu di dikarenakan adanya intervensi atau pembungkaman oleh oknum kepada media yang ingin mempublish sesuatu yang ada sangkut-pautnya terhadap oknum tersebut. Bahkan mereka tidak segan-segan mengancam media agar tidak menyebar luaskan fakta tentang oknum tersebut kepada masyarakat (fakta negatif yang akan mempengaruhi jabatan atau apapun tentang dirinya).

(Ilustrator/Defi Rosa Ramadhani)


Banyak kasus yang sudah terjadi tentang pelanggaran HAM kepada PERS, terutama di Indonesia, Tercatat oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 89 kasus serangan terhadap jurnalis dan media sepanjang 2023. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun atau sejak 2014, hal ini menjadi alarm bahaya bagi masa depan kebebasan pers di Indonesia.

Tanggal 3 Mei, merupakan tanggal memperingati hari kebebasan PERS (Inggrisfreedom of the press). Jadikan momen peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini dengan merayakannya sebagai wujud rasa terimakasih kepada jurnalis dan media atas jasa-jasa mereka.

Suatu negara harus mampu membela jurnalis-jurnalis yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam karya mereka. Selamat Hari Kebebasan PERS Sedunia. Pr bagi negara untuk lebih tajam pengawasan akan hal ini!. Rayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang ke-31 dengan kebahagiaan.

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia, mari sebarkan kebenaran dengan lantang!


oleh: Iqbal Wibowo Lubis


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "WORLD PRESS FREDOOM DAY"

Posting Komentar