Dua Hari Menjadi Manusia Merdeka
Sudah lama semenjak tiga Bulan terakhir ini tidak merasakan kebebasan yang aku impikan. Ya kebebasan yang ku maksud adalah bebas dari segala Intervensi siapa pun dan dari Intervensi apapun, termasuk Intervensi dari rasa 'mager' begitulah gen-Z menyebutnya. Sangat naif sekali ketika kita mengikuti rasa malas menguasai tubuh yang menolak diam ini.
Aku pergi kesalah satu ruang ilmu pengetahuan sekedar mengupgrade akal dan pikiran, yang mana di sana tersimpan fakta dunia, dan secara tidak langsung serasa mengelilingi dunia disatu tempat yang aman dan nyaman, dan tak lupa pula menghadap Tuhan.
Selain itu aku merasakan ketenangan, terbebas dari semua masalah yang bersarang di pikiran maupun di perasaan yang mungkin kalau ditabung dan dijadikan uang, bisa dipakai biaya Umrah. Pergi ke sana-kemari tanpa ada yang larang dan tanpa ada perasaan gelisah. Bukan hanya itu, titik klimaks dari ini semua, ketika saya dapat menyaksikan sang surya tergelincir dari tempatnya.
Rona jingga yang merona melebihi dari apa pun sungguh sangat mempesona, di sana aku menikmatinya dengan tenang. Ya... sendiri tanpa siapa pun dan apa pun, hanya suara desir angin sepoi-sepoi yang menggoda.
Sekali lagi saya katakan "AKU MERDEKA" sembari menganggap diri sebagai orang yang paling bahagia di hari itu.

0 Response to "Dua Hari Menjadi Manusia Merdeka"
Posting Komentar